Selasa, 09 Agustus 2022

Aplikasi Desain Custom Jersey Untuk Ruler 2 dan Rule atau Alpha Lab


Secara umum, kata ruler sendiri memang berasal dari bahasa Inggris yang berarti penggaris. Memang sudah tidak dapat dipungkiri jika penggaris memang merupakan salah satu alat yang vital dibutuhkan dalam proses pembuatan desain baju, termasuk jersey futsal printing. Sesuai dengan namanya, aplikasi Ruler 2 ini akan membantu memastikan kalian dalam menggunakan penggaris Pada setiap tahap pembuatan desain.

 

Dengan begitu, maka kalian dapat mengukur dengan cermat setiap detail yang ada dalam desain Jersey futsal printing. Karena bagaimanapun juga, sebuah kesalahan yang sedikit tentu saja dalam pengukuran desain akan merusak hasil akhir atau wujud baju yang sedang kalian rancang. Tentunya kalian disini tidak menginginkan hal ini terjadi, bukan? Nah tidak ada salahnya jika kalian mempelajari aplikasi desain Jersey futsal printing ini ya.

 

Ini Dia Beberapa Langkah dan Cara Penggunaan Aplikasi Ruler 2 Untuk Pembuatan Jersey Futsal Printing

 

Langkah Pertama Pembuatan Jersey Futsal Printing

 

Dalam aplikasi Ruler 2 ini, kalian akan mendapati berbagai macam fitur bermanfaat yang dapat kalian terapkan dalam desain jersey Futsal Printing yang tengah dikerjakan. Salah satunya yaitu berupa fitur yang dapat mengkonversi satuan imperial ke satuan metrik.

 

Selain daripada itu, terdapat juga fitur lainnya yang digunakan untuk mengukur panjang dari suatu benda yang lebih besar dari layar ponsel Anda. Dan juga untuk menyalin pengukuran yang telah Anda catat dan lakukan ke dalam aplikasi lain. Mengingat semua detail dalam pengukuran ini telah dilakukan dengan seksama dan teliti, maka jelas dapat dipastikan bahwa aplikasi Ruler 2 ini sangatlah akurat dari segi pengukuran.

 

Kelemahan-kelemahan Aplikasi Ruler 2

 

Sayang sekali, layanan yang disajikan pada aplikasi Ruler 2 tidak gratis. Namun, aplikasi Ruler 2 telah menawarkan harga yang masih tergolong wajar dan sebanding dengan manfaat yang telah disuguhkan untuk para penggunanya. Bila kalian ingin tetap mencoba menggunakan aplikasi penggaris dalam versi gratis tanpa biaya sepeserpun, maka kalian bisa mencobanya melalui aplikasi Ruler buatan Xalpha Lab.

 

Aplikasi Ruler buatan Alphalab ini hanya memiliki ukuran yang super ramping yaitu 876 KB saja. Selain daripada itu, jika dilihat dari segi rating, aplikasi Ruler tidak kalah dari segi rating. Di Google Play Store sendiri, aplikasi Ruler Xalpha Lab ini telah sukses memperoleh rating hingga 4,5 bintang dan telah digunakan lebih dari 1 juta pengguna seluruh dunia.

 

Keunggulannya!

 

Keunggulan dari aplikasi Ruler Xalpha Lab juga tidak kalah loh, dimana aplikasi ini tidak terdapat iklan sama sekali di dalamnya meskipun merupakan sebuah aplikasi gratis. Meski demikian, satu-satunya kelemahan dari aplikasi Ruler Xalpha Lab yaitu pengalaman dalam merancang yang ditawarkan tetap tidak akan dapat mengalahkan versi pro dari Ruler 2. Tetapi jika kalian tetap ingin menggunakan Ruler Xalpha Lab secara gratis sebagai permulaan, jadi kalian dapat secara langsung mengunduh dan mencoba sekarang di: Playstore dan Apps Store.

 

Jadi gimana? Sudah siap belum menggunakan aplikasi Ruler 2 untuk pembuatan custom jersey Futsal Printing. Jika iya, lakukan sesuai dengan syarat di atas ya!

Sabtu, 04 Juni 2022

Haruskah Pakai Robot Supaya Profit Ketika Trading Saham?


Akhir-akhir ini, banyak tawaran trading saham dengan menggunakan robot. Ini merupakan aplikasi yang bisa secara otomatis membantu seorang trader dalam melakukan trading. Trader tinggal setup lalu bisa tidur karena robot akan melakukan kegiatan trading sesuai dengan setup yang sudah ditetapkan.

 

Banyak sekali orang yang akhirnya tertarik menggunakan robot seperti itu. Mereka umumnya adalah trader pemula. Mereka sangat tertarik karena trading yang awalnya dianggap sulit kini dipermudah dengan adanya robot semacam ini.

 

Namun, satu pertanyaan muncul. Apakah hasilnya seperti yang diharapkan?

 

Tujuan Dibuatnya Robot Trading Saham

 


Mungkin Anda orang yang sekarang sedang mulai belajar investasi saham. Lalu, Anda mendapatkan informasi mengenai robot trading. Apakah Anda perlu menggunakannya?

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan robot trading. Ini robot yang didesain untuk mempermudah Anda dalam membuat keputusan. Sudah ada sistem yang secara otomatis bekerja tanpa Anda harus memantau perkembangan harga saham dari waktu ke waktu. Ini sebenarnya tujuan utama dibuatnya robot trading saham.

 

Sayangnya, banyak orang yang 100% ketergantungan dengan robot. Hingga akhirnya mereka menyerahkan semua keputusan kepada robot trading. Ini yang salah. Ini yang membuat banyak orang bangkrut saat trading saham.

 

Yang harus dipahami adalah bahwasanya robot adalah pembantu. Karena pembantu, tidak semua hal seharusnya diserahkan kepadanya. Tetap ada kontrol dari Anda sebagai pemilik robot tersebut.

 

Masalah yang Sering Muncul

 

Ada banyak sekali korban dari robot. Namun, yang harus digarisbawahi adalah tidak ada yang salah dengan robot. Yang salah adalah penggunanya yang terlalu mengandalkan robot. Itu poin pentingnya.

 

Namanya juga teknologi. Selalu ada hal yang membuatnya mengalami error, seperti:

 

1.    Koneksi Internet Terganggu

 

Robot trading sangat tergantung pada koneksi internet. ketika koneksi tidak stabil, ada delay. Dan ada kemungkinan informasi yang diperoleh tidak real time. Keputusan yang diambil oleh robot juga terpengaruh. Ini masalah yang sangat mungkin terjadi pada teknologi yang mengandalkan internet, termasuk robot trading ini.

 

2.    Sistem Ngehang

 

Teknologi apa pun bisa mengalami hang atau error. Ini tidak harus terkait dengan internet. Bisa saja sistem mengalami overload sehingga ngehang. Ini akan mempengaruhi apa saja yang dilakukan oleh robot, termasuk analisis dan juga melakukan stop close.

 

3.    Tidak Valid

 

Sangat mungkin robot melakukan kesalahan. Meskipun sudah ada sistem yang dibuat secara otomatis, bisa saja terjadi keterangan yang tidak valid. Makanya, ada kasus di mana robot terus menerus melakukan pembelian padahal di real time harga saham sedang kurang bagus. Ini yang sering membuat seseorang bangkrut. Modal yang diinvestasikan ludes.

 

Aman Trading Saham di Nanovest


Sebenarnya, akan lebih bijak jika Anda menjadi investor yang memiliki pengetahuan cukup sebelum bertransaksi. Artinya, Anda harus belajar mulai dari nol. Setelah itu, gunakan aplikasi trading saham yang bisa dipercaya seperti Nanovest. Ini marketplace saham luar negeri yang 100% aman. Mereka bekerja sama dengan broker berlisensi di Amerika Serikat. Anda jual beli saham perusahaan besar seperti Apple, Amazon, Google, dan lain sebagainya.




Informasi mengenai saham yang ditampilkan di Nanovest juga real time. Jadi, kapan saja dan di mana saja, Anda bisa memantau harga saham di global stock, termasuk saham yang sudah Anda beli.

 

Jadi, segera download dan mulailah trading saham di Nanovest. Siapkan masa depan finansial Anda yang jauh lebih stabil mulai dari sekarang.

Rabu, 20 April 2022

5 Alasan Rumah Anda Butuh Jasa Desain Interior yang Profesional

Jasa desain interior seringkali masih menjadi perdebatan banyak orang untuk perlu menggunakannya atau tidak usah. Apalagi masih banyak yang beranggapan bahwa mereka mampu untuk menyelesaikan sendiri untuk interior. Padahal ada 5 alasan loh kenapa jasa profesional yang satu ini Anda butuhkan untuk rumah seperti ini.


1. Menghemat Biaya dan Waktu

Manfaat pertama yang bisa Anda rasakan apabila menggunakan jasa ini adalah pastinya mampu menghemat biaya dan waktu. Hal tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari pengalaman dan pengetahuan lebih tentang desain instalasi rumah. Apalagi Anda membutuhkan waktu lebih untuk mengerjakannya maka mereka hanya membutuhkan waktu singkat menyelesaikannya.

2. Mengatasi Kesulitan dalam Proses Desain Interior

Seringkali karena keterbatasan waktu dan juga pengetahuan membuat Anda tidak bisa mengaplikasikan desain impian pada rumah yang dimiliki. Tenang saja, hal tersebut dapat diselesaikan apabila Anda menggunakan jasa ini. Soalnya mereka siap untuk menerjemahkan konsep desain idaman Anda dengan pengaplikasian yang sempurna dan detail.

3. Menjembatani Komunikasi dengan Banyak Pihak

Alasan berikutnya adalah mereka yang terlibat dalam jasa ini mampu dijadikan jembatan komunikasi antar banyak pihak. Seperti yang diketahui, untuk membangun sebuah desain pada rumah maka membutuhkan banyak pekerja. Apabila pekerja ini tidak bisa bekerjasama dengan baik maka pastinya kekacuan yang akan terjadi.

Untuk itulah, Anda membutuhkan profesional pada jasa ini agar mampu menghubungkan tiap pekerja sesuai dengan keinginan Anda. Selain itu, profesional ini juga mampu membagi tugas tiap pekerja sesuai dengan porsinya masing-masing. Hal ini berguna untuk membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai.

4. Membantumu Mempelajari Estetika dan Pemanfaatan Ruangan

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa desain pada rumah membutuhkan ilmu untuk mempelajarinya. Nah dengan menyewa jasa yang satu ini maka Anda juga akan dibantu untuk mempelajari estetika dan juga pemanfaatan ruangan. Hal ini pastinya berguna untuk membantu Anda lebih mengetahui tentang seluk beluk rumah dan bagaimana untuk memanfaatkannya.

5. Mencarikan Profesional dari Bidang Lainnya

Biasanya dalam melakukan desain interior pada rumah maka banyak pekerja yang harus dipekerjakan. Tentunya mustahil bagi Anda untuk bisa mencari semua profesional dari bidangnya dalam waktu singkat. Tenang saja, apabila Anda menyewa jasa ini maka kesulitan tersebut dapat ditemukan solusinya.

Soalnya mereka yang profesional dalam bidang ini juga memiliki relasi atau jaringan profesional lainnya. Jadi mereka pasti akan membantu untuk mencari profesional lainnya yang Anda butuhkan. Dalam arti kata lain, apabila Anda menyewa jasa mereka maka tidak perlu repot untuk mencari profesional lainnya. 

Setelah mengetahui kelima alasan tersebut maka tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak menyewa jasa desain interior. Apalagi bagi Anda yang ingin hasil yang maksimal sekaligus memuaskan untuk kediaman yang dimiliki.

Selasa, 22 Maret 2022

Pilih Profit atau Omset?

Mengutamakan omset besar tapi profit kecil atau rasio profit besar dan omset kecil? Ya lebih baik omset besar dan profit besar dong. hehe

Tapi kalau memilih antara satu, lebih baik membesarkan omset atau profit, saya akan pilih OMSET!

Profit atau omset?
Profit atau omset?


loh kok? bukannya prinsip bisnis itu mendapatkan profit sebesar besarnya? ya betul, tapi kalau dari awal anda sudah mengejar profit, bisnis anda tidak akan berkembang. Maksud saya di sini bukan berarti bisnis itu tidak ada untung, tapi untung yang didapatkan jadikanlah modal kembali, atau bahasa kerennya itu retained earning.

Khususnya untuk bisnis yang di bawah 10 tahun, profit itu ga penting, lebih baik membesarkan omset sebesar besarnya lalu keuntungan yang didapat gunakan kembali untuk mengembangkan bisnis. Bisa dengan research produk baru, ekspansi, belanja karyawan yang lebih baik, pindah ke tempat yang lebih ok, dan lain sebagainya. Ini adalah konsep kapitalis sejati. hehe

Kalau bisnis anda sudah 10 tahun bisa bertahan, itu secara teori anda sudah memasukin fase bisnis yang mature. Pasar anda sudah terbentuk, customer anda sudah banyak, sistem anda sudah kuat, baru lah anda berpikir untuk mencari profit sebesar besarnya. Mungkin anda sudah sering dengar, bahwa unicorn (Shopee, Tokopedia, Gojek, dslb) itu tidak profit, ya itu sangat wajar sekali, mereka mengutamakan keberlangsungan bisnis mereka supaya bisa bertahan selamanya.

Bisa kita lihat Amazon dan Google, mereka sudah 10 tahun lebih, wajar kalau mereka mencari profit. Dan Amazon adalah perusahaan ter-profit dengan valuasi terbesar sepanjang sejarah manusia. Saya lupa pernah baca ini dimana, tapi silahkan anda kroscek dengan Googling ya. *thanks to Emil Yahya yang sudah mengoreksi

Saya sendiri, karena saya berbisnis baju muslim, biasanya profit yang saya dapatkan langsung saya alokasikan lagi ke bahan baku atau biaya branding. Jadinya uangnya muter muter terus, dengan harapan bisa membesar terus omsetnya seperti bola salju.

Oh ya meski saya bilang profit itu ga penting, lalu bagaimana dengan kesejahteraan anda sebagai pemilik bisnis? silahkan anda cek, founder bisnis sukses itu gaya hidupnya tidak glamor. 

Bill Gates? khas dengan sweaternya yang bersahaja dan misi filantropinya dia
Mark Zuckerberg? tampilannya juga sederhana, ga tau sih gaya hidupnya
Sandiaga Uno? tampilannya juga sederhana, dan banyak menelurkan misi pengembangan UMKM

3 orang di atas aja seperti itu, lantas mengapa anda berharap berbisnis dan bisa foya foya? ini memang salah kaprah yang beredar di masyarakat. Orang orang sering bilang, "wah enak nih bisnis banyak duitnya". oh ini salah sekali. Justru kalau anda mau gampang foya foya, berkarir aja di perusahaan gede, dijamin banyak uangnya, dan bisa memuaskan gaya hidup foya foya yang anda dambakan.

Jadi soal uang dan kesejahteraan, yang penting buat founder / CEO level itu adalah terpenuhi kebutuhan nya yang standar dan nyaman. Bukan berarti melarat loh ya, jika di bisnis anda mengharuskan anda punya helikopter, kenapa tidak? tapi kalau ngambil profit bisnis untuk beli helikopter supaya bisa jalan jalan terus, ini founder yang buruk.


Jumat, 18 Februari 2022

Jangan Terjebak jadi Self-Employee



Cara orang mendapatkan uang itu terbagi jadi 4 tipe menurut Kiyosaki di bukunya Cashflow Quadrant. Yaitu Pekerja, Pebisnis, Self-employee, dan investor. Buku ini ini sangat saya rekomendasikan buat anda yang mau belajar binis, hatamkan juga buku Kiyosaki yang lainnya. 

Artikel ini saya fokus akan bahas tentang Self Employee. Apa itu self-employee? adalah orang yang bekerja dengan mengandalkan kemampuan pribadinya, dan jika tidak ada dia, bisnis tidak berjalan.

Banyak banget contoh self-employee, dari yang sedikit uangnya sampai yang uangnya banyak. Contoh yang sedikit uangnya adalah seperti penjual gorengan, warteg, rumah makan padang. Contoh yang banyak uangnya adalah seperti dokter, pengacara, artis, toko bangunan, dst.

Banyak salah kaprah di masyarakat, bahwa bisnis itu = self-employee. Orang menganggap bahwa bisnis itu, kita harus yang paling capek, kita yang paling terjun ke lapangan, dan seterusnya. Untuk level awal bisnis, ya ini betul sekali, bahkan wajib dialami oleh semua founder bisnis. Supaya kita faham apa sih bisnis yang kita jalani, faham apa kemauan customer, dan faham kejadian di lapangan.

Tapi untuk jangka panjang, ini buruk sekali. Dengan menempatkan diri kita selalu terdepan dalam bisnis kita, membuat bisnis kita tidak berkembang. Padahal banyak hal hal lain yang harus dipikirkan oleh founder bisnis. Anda bisa lihat toko bangunan, si enci/koko nya masih jadi kasir toko kan? ya omsetnya memang besar, penghasilannya besar, tapi dia akan di situ situ terus, tidak akan bisa expansi seperti Ace Hardware / Kawan Lama.

Sepengalaman saya, 2 tahun adalah waktu yang cukup buat pebisnis untuk menarik diri dari hal hal teknis. Mulai membuat sistem agar diri kita hanya mengerjakan hal hal yang strategis saja, hal hal teknis seperti kasir, upload produk, customer service, biarkan dikerjakan oleh karyawan.

Saya pribadi, di tahun ke 5 full time bisnis, dan sejak dari SD sudah berbisnis, saat ini saya hanya mengerjakan hal teknis sebayak 20%, selebihnya saya delegasikan ke karyawan. Tujuan saya tentu bisa 90-95% pekerjaan teknis dikerjakan oleh karyawan, tapi saya terkendala biaya untuk memperkerjakan orang yang sanggup menggantikan hal teknis yang saya kerjakan. Dalam artian, bisnis saya belum berkembang berkembang banget. 

Buatlah sistem untuk bisnis kita, usahakan sebisa mungkin pengambilan keputusan terakhir bukanlah di diri anda. Cukup di level karyawan.

Hal hal yang belum bisa saya lempar ke karyawan adalah keputusan cashflow, menjalankan FB ads, Google Ads, ads lainnya, perhitungan inventory. Ini tugas tidak mudah, yang harus dikerjakan oleh minimal S1, sedangkan karyawan saya 90% adalah lulusan SMA. Mau meng-hire S1, kami belum sanggup. Memperkerjakan S1 yang kualitas bagus, ga sanggup bayarnya, memperkerjakan S1 fresh/kurang bagus, dirasa mubazir. Jadinya ini maju kena mundur kena.

Jadi saran saya, inventarisir pekerjaan apa saja yang ada di bisnis anda. Pilah pilah, mana yang bisa didelegasikan, dan mana yang masih harus dikerjakan sendiri. Dan buatlah sistem dan prosedur yang tidak ribet, yang orang mudah untuk mengerti. Perlu diingat, turnover (tingkat berhenti) di level UMKM itu cukup tinggi, jadi kalau anda tidak membuat sistem yang adaptif, jika si karyawan resign, bisa bisa bisnis anda goyang atau kemunduran.

Kunci penting dalam meembuat sistem agar tidak terjebak jadi Self-employee adalah KEPERCAYAAN. Seberapa percaya anda terhdap karyawan anda mengerjakan sesuatu? itulah pentingnya sistem. Sistem yang dibuat harus bisa menjawab hal hal seperti:

  • bagaimana cara mengerjakan suatu pekerjaan tersebut
  • bagaimana cara pelaporan hasil pekerjaan
  • bagaimana cara ngecek kualitas pekerjaan
  • bagaimana komunikasi yang harus ditempuh dalam pekerjaan tersebut

semoga bermanfaat.

Rabu, 12 Januari 2022

Perlukah Punya Desainer Grafis?

Postingan ini ada kaitannya dengan postingan: Prospek Kerja Desainer Grafis, silahkan baca dulu untuk memperkaya khasanah.

Untuk bisnin online perlu ga sih punya desain grafis sendiri? jawabannya ya relatif. Tapi saya akan share pengalaman saya pribadi.

Dulu desainer graphis saya itu ada 3 orang, jago jago, sekarang tinggal 1 orang saja dan masih dalam tahap belajar. Mahal sekali "memelihara" desain grafis itu. Gaji 3 orang itu ditotalkan sebulan ±8jt, lalu apa yang didapat?

Sebagai gambaran ini ada video yang keren banget dibuat oleh tim creative saya, tapi berapa kali ditonton? hanya 100an-view! ga sebanding dengan harga pengambilan footage (video) nya, dengan waktu yang dicurahkan untuk editingnya, dan biaya biaya lainnya.



Kalau dilihat dari view Channel Youtube nya, per artikel ini ditulis, adalah sekitar 2jt view. Pendapatan adsense dari channel tersebut selama 4 tahun dirawat adalah ±$820 atau sekitar 10 jt rupiah. bayangkan nominal itu hanya bisa membayar 1 bulan lebih dikit tim creative saya yang dulu.

Bagaimana dengan konten Instagram? kalau parameternya adalah followers, ini juga ga beda jauh. Followers IG Bajuyuli per artikel ini ditulis itu sekitar 65rb, berapa biaya yang dikeluarkan totalnya? Lebih dari 1 M! itu mulai dari gaji tim creative, photoshoot, dan yang paling mahal adalah iklan. Makannya kalau ngebandingin uang yang dikeluarkan dengan followers yang didapat itu sebenernya kurang relevan.

Jadi bisa saya simpulkan saat ini, memiliki tim creative inhouse itu boros sekali, ga sebanding dengan hasil yang didapatkan. Ternyata jauh lebih efisien "melempar" ke outsource daripada punya karyawan sendiri. Jadi jika anda sepaham dengan saya, atau masih ragu untuk punya tim creative sendiri, berikut saran saya:

1. Cobain Canva!

Canva itu memudahkan sekali! ini tanpa endorse dari mereka loh ya. Saya sendiri untuk saat ini memutuskan untuk editing sendiri konten sosmed bisnis saya. Karena emang gampang banget. Konten untuk 1 minggu bisa saya kerjakan hanya dalam waktu 3 jam saja. Jauh lebih efisien daripada punya karyawan desainer grafis.

Dan lagian dengan begini, saya jadi lebih bisa menyampaikan pesan bisnis saya ke pelanggan. Beda halnya kalau desaier grafis yang buat, rata rata mereka hanya bisa menggambar, tapi ide marketing dan ide "delver message" nya di bawah harapan. Barulah saya menyadari ini, padahal saya dari dulu saya sudah sadar ada beberapa online shop terkenal dengan followers IG ratusan ribu, masih di-adminin oleh ownernya sendiri. Ternyata ini toh alesannya.

balik lagi ke Canva, selain gampang, Canva juga lebih murah dibanding beli Adobe Photoshop! Canva itu subscribe nya 1jt-an untuk setahun, sedangkan Adobe CC paling murah 300rb / bulan. silahkan anda do the math.

2. Sewa photographer untuk photoshoot

Kalau udah bisa Canva, tanpa ada materi foto video nya kan percuma ya.. buat saya, untuk sewa photographer professional itu jauh lebih murah daripada punya karyawan photographer.

Ini tergantung seberapa sering anda butuh melakukan photoshoot.

Kalau saya, rata rata itu hanya 1 bulan sekali photoshoot, bahkan ada yang 1 bulan tanpa photoshoot sama sekali. Karena stock photonya masih banyak

Biaya photoshoot biasanya yang saya keluarkan adalah sbb:

- sewa studio 400rb/3 jam
- sewa photographer 500rb/hari
- fee model anak ±400rb/orang
- editing foto standard (background solid putih) = 10rb/ foto
- akomodasi lain lain = 400rb/session

Jadi kalau ditotal total, sekali photoshoot itu kurang lebih biaya yang dikeluarkan 3jt rupiah, ini jauh lebih murah daripada biaya bulanan tim creative saya yang dulu.

==

Jadi kesimpulannya adalah, silahkan anda pikir pikir dengan masak apakah perlu meng-hire seorang / dua orang desainer grafis. Selama anda bisa melakukan sendiri dan super mudah, menurut saya jangan dulu. Kecuali kalau memang core bisnis anda adalah bisnis media ya, tapi kalau online shop jualan baju seperti saya, hindari pemborosan.